Bestprofit (15/02) - Ketegangan di Eropa timur membebani euro pada Selasa (15/09) dan mendorong permintaan dolar serta yen safe haven, sementara greenback juga dibantu oleh perdebatan mengenai kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif.
Dikutip dari Reuters Selasa (15/02) pagi, euro mencapai $1,1308 di awal Asia setelah menyentuh $1,1278 sehari sebelumnya, titik terendah dalam satu setengah minggu. Yen berada di 115,33 per dolar, setelah sempat mencapai 114,99 pada hari Senin, level tertinggi dalam seminggu.
Pergerakan sedikit lebih hati-hati di tempat lain dan hasil keseluruhannya adalah indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap mata uang lain berada di 96,244, tak jauh dari level tertinggi dua minggu Senin.
Investor agak khawatir semalam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang menyerukan warga untuk mengibarkan bendera negara dari gedung-gedung dan menyanyikan lagu kebangsaan secara serempak pada 16 Februari, tanggal yang oleh beberapa media Barat disebut sebagai kemungkinan awal dari invasi Rusia.
Bagaimanapun, pejabat Ukraina menekankan, bahwa Zelenskiy tidak memprediksi serangan pada tanggal tersebut, tetapi menanggapi dengan skeptis terhadap laporan media asing.
Jauh dari geopolitik, pejabat Federal Reserve AS terus berdebat tentang seberapa agresif untuk memulai kenaikan suku bunga mendatang pada pertemuan Maret.
Pejabat Fed yang berpandangan Hawkish James Bullard, yang pekan lalu memutuskan untuk menyerukan kenaikan besar 50 basis poin, menekankan kembali seruannya untuk laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat pada hari Senin, meskipun pejabat lain lebih berhati-hati dalam pernyataan publiknya.
Ketegangan di Ukraina dan prospek yang lebih agresif untuk suku bunga dana Fed keduanya mendukung dolar dalam waktu dekat, kata Kim Mundy, ahli strategi mata uang senior di Commonwealth Bank of Australia.
"Spekulasi terbaik Anda untuk melihat mana yang memiliki dampak lebih besar adalah dengan melihat USD/JPY dan kita telah melihat bahwa perdagangan sedikit lebih lemah dalam satu atau dua hari terakhir, yang menunjukkan pasar sangat sadar akan apa yang terjadi di perbatasan Ukraina," ucap Mundi.
"Kita hanya harus terus mengamati berita utama dan melihat apa yang terjadi."
Yen safe haven biasanya diuntungkan ketika investor gelisah, sementara kontras antara kenaikan suku bunga AS dan Bank of Japan yang dovish seharusnya mendorong yen lebih rendah.
Comments
Post a Comment